Selasa, 09 Oktober 2012

Manfaat Bunga Teratai

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Nymphaeales
Famili: Nymphaeaceae
Genus: Nymphaea

 

Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa inggris dikenal sebagai Water-lily atau Waterlily.
Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di oermukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rhizoma yang berada dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat ditengah-tengah daun. Daun berbentuk bundar atau oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air.

Penyakit yang dapat diobati
diare, disentri, keputihan, kanker nasopharynx, demam, insomnia; hipertensi, muntah darah, mimisan, batuk darah, sakit jantung; beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, anemia, ejakulasi;

Bagian yang dapat dipakai
Seluruh tanaman. Rimpang, daun dan tangkai, bunga dan benang sari, biji dan penyangga bunga serta tunas biji. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:

Biji
 
 
- Gangguan penyerapan makanan (malabsorbtion).
- Diare karena badan lemah, radang usus kronis (enteritis kronis).
- Disentri.
- Muntah-muntah.
- Keputihan, perdarahan pada wanita.
- Mimpi basah (spermatorrhea).
- Susah tidur, banyak mimpi.
- Kencing terasa sakit dan keruh.
- lesu tidak bersemangat (neurasthenia).
- Kanker nasopharynx.






Tunas biji teratai
- Demam, rasa haus.
- Jantung berdebar, gelisah.
- Muntah darah.
- Ejakulasi dini.
- Mata merah dan bengkak.
- Susah tidur (insomnia).
- Darah tinggi (hipertensi). 


Banang sari:
- keluar sperma malam hari (sperrnatorrhea).
- Keputihan (leucorrhea).
- Perdarahan seperti muntah darah, disentri.
- sering kencing.
- Tidak dapat menahan kencing (enuresis). 



 Remptacle:
- Perdarahan kandungan yang berlebihan.
- Darah haid berlebihan.
- Perdarahan sewaktu hamil.
- Keluar cairan (lochia) yang berlebihan setelah melahirkan.
- Sakit perut bawah akibat sumbatan darah.
- Berak darah, kencing darah.

- Wasir, koreng basah. 


Rimpang:
- Demam, rasa haus.
- Batuk darah, muntah darah, mimisan.
- Berak darah, kencing darah. Tekanan darah tinggi.
- Sakit jantung.
- Gangguan lambung.
- Kurang darah (anemia).
- Gangguan pada mati haid (menopause).
- Neurosis. 


Akar:

- Muntah darah, mimisan.
- Kencing panas dan merah.
- Batuk darah, berak darah.

Daun:

- Pingsan karena hawa panas (heat stroke).
- Diare karena panas atau lembab.
- Pusing, sakit kepala.
- Beri-beri.
- Perdarahan seperti mimisan, muntah darah, berak darah.
- Perdarahan pada wanita.

Dasar daun:
- Disentri berdarah, diare.
- Bayi dalam kandungan tidak tenang.

Batang:
- Heat stroke, pingsan.
- Dada terasa tertekan karena panas atau lembab.
- Diare, muntah.
- Keputihan.

Bunga:

- Terpukul (trauma).
- Perdarahan.
- Radang kulit bernanah (impetigo).

Tepung rimpang:
- Menambah selera makan,
- Badan lemah dan kurang darah.
- Diare.


Contoh Pemakaian untuk Obat:
1. Batuk darah, muntah darah
  • Rimpang teratai dicuci bersih lalu dijuice, sampai terkumpul 1 gelas ukuran 200 cc.
  • Minum, lakukan selama 3-5 hari berturut-turut.

2. Muntah, diare
  • 50 g rimpang teratai dan 15 g jahe dicuci lalu dijuice atau diparut, ambil airnya.
  • Minum sehari 3 kali.

3. Disentri
  • 50 g rimpang teratai dan 10 g jahe, diparut atau dijuice.
  • Air perasannya ditambahkan 100 cc air, lalu dipanaskan sampai mendidih.
  • Setelah dingin tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk lalu diminum.

4. Darah tinggi

Cara pertama
  • 10 g biji teratai dan 15 g tunas biji teratai. (lien sim), direbus dengan 350 cc air sampai tersisa 200 cc.
  • Minum setiap hari seperti teh.

Cara kedua
  • Tunas biji teratai (lien sim) sebanyak 10-15 g direbus dengan air secukupnya sampai mendidih
  • Minum sebagai teh.
  • Dapat juga tunas biji teratai digiling halus, seduh dengan air panas, minum.

5. Panas dalam, gondokan, juga bermanfaat untuk penderita jantung dan lever
  • 100 g rimpang teratai dan 50 g rimpang segar alang-alang, dicuci lalu dipotong-potong secukupnya.
  • Rebus dengan 500 cc air bersih sampai tersisa 250 cc.
  • Setelah dingin disaring, minum seperti teh.

6. Keluar darah dari hidung (mimisan)
  • Ruas akar teratai dicuci bersih lalu dijuice.
  • Airnya diteteskan ke hidung.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar